Topologi jaringan yang sering digunakan

Halo sobat semuanya pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang topologi jaringan. Dan disini akan kita bahas mengenai mana topologi yang sering dipakai dalam penerapan. Jadi akan kita bandingkan apakah topologi yang banyak dipakai ini memiliki beberapa kelebihan tersendiri. Maka dari itu akan kita sebutkan topologi topologi jaringan tersebut.

Tapi untuk prolog akan kita jelaskan secara sekilas tentang apa itu topologi jaringan. Topologi jaringan adalah suatu cara untuk menghubungkan suatu komputer yang satu dengan komputer yang lain dalam suatu jaringan. Topologi jaringan adalah pengaturan pola secara fisik pada jaringan yang node-nodenya saling terhubung satu sama lain pada sebuah jaringan. Topologi jaringan ini memiliki banyak jenis dan akan kita bahas jenis mana yang cukup sering digunakan dalam kehidupan. Baiklah langsung saja kita bahas. Berikut adalah topologi jaringan yang sering digunakan.

1. Topologi star
Topologi star adalah sebuah topologi dimana semua node dalam jaringan terhubung dalam suatu konsentrator. Node adalah komponen komponen seperti komputer dan yang lainnya dalam sebuah komputer. Dan konsentrator tersebut adalah sebuah perangkat yang akan digunakan sebagai patokan untuk menghubungkan suatu perangkat perangkat yang ada pada topologi jaringan tersebut. Untuk konsentrator ini dapat berupa hub atau switch. Dan konsentrator ini penting dalam suatu jaringan karena topologi ini terpusat pada hub atau switch.

Dan jika hub dan switch ini bisa mati maka semua jaringan akan lumpuh serta tak bisa digunakan. Tapi kelebihan dari topologi yang ini adalah topologi ini lebih mudah jika ingin menambah node karena tinggal menarik kabel dari konsentrator. Dan jika perangkat tersebut sudah terhubung dengan konsentrator maka sudah sama saja terhubung dengan jaringan dan dapat berkomunikasi dengan komputer komputer yang lainnya. Dalam topologi star ini data data yang dikirimkan akan dikirim ke switch kemudian switch akan meneruskan ke alamat tujuan. Dan kelebihan yang lain adalah jika satu node mati tidak akan berpengaruh pada node yang lainnya. Serta tingkat keamanan pada jaringan ini akan lebih tinggi. Tapi topologi ini sering digunakan karena ini simple dan sistem dari topologi ini sudah terpusat.

2. Topologi tree
Topologi tree adalah topologi yang disusun secara hirarki dan biasanya juga membutuhkan suatu hub atau switch. Biasanya dalam topologi ini berbentuk seperti pohon. Dimana dalam setiap node akan terhubung dalam suatu hub dan hub tersebut akan dihubungkan ke servernya. Topologi ini sebenarnya merupakan kombinasi antara dua topologi. Yaitu topologi bus dan topologi star. Dua topologi tersebut digabungkan dan menjadi topologi tree.

Dalam topologi tree ini sering digunakan pada sebuah kantor-kantor yang di dalam kantor tersebut terdapat beberapa grub kerja. Serta hub di grub kerja tersebut akan terhubung ke pusat yaitu pada komputer server. Topologi ini banyak diminati meskipun agak rumit karena dalam topologi ini cukup fungsional dan bisa digunakan di bagian-bagian yang unik seperti pada kantor. Jadi anda bisa menggunakan topologi ini untuk membuat suatu grub-grub dalam suatu jaringan.

3. Topologi peer to peer
Topologi peer to peer adalah topologi yang menggunakan sedikit node yaitu hanya 2 komputer. Jadi dalam bentuknya topologi ini terdiri dari 2 komputer yang terhubung secara langsung. Jadi dalam topologi tidak ada server yang menghubungkan mereka jadi 2 jaringan ini terhubung secara langsung. Dan jika sudah terhubung maka jaringan ini sudah dapat berkomuniikasi. Media penghubung yang digunakan bisa berupa kabel atau media lainnya.

Topologi ini digunakan karena bentuknya yang sangat simple dan kecepatannya tentu akan sangat cepat karena hanya ada 2 node saja dalam suatu jaringan. Jika kita logika dalam topologi ini semua bisa menjadi client maupun menjadi server. Jadi jika kedua node saling membutuhkan keduanya akan saling membantu dan saling melayani. Entah dalam hal berbagi file atau hal yang lainnya. Topologi ini juga sangat hemat biaya karena minimnya komputer yang terhubung. Bisa saja hanya menggunakan satu kabel saja untuk menghubungkan dua komputer tersebut. Dalam proses instalasi jaringan ini juga cukup mudah. Dan jika dibanding dengan topologi yang lain ini lebiih mudah.

4. Topologi bus
Topologi bus merupakan topologi yang didalamnya terdapat satu kabel backbone atau satu kabel utama. Jadi kabel ini akan membentang sepanjang topologi dan jika ada node yang ingin menambah maka akan dihubungkan langsung ke kabel backbone tersebut. Dan kabel backbone ini biasanya terdiri dari kabel coaxial.

Keuntungan dari topologi ini adalah kabelnya sederhana serta tidak butuh terlalu banyak kabel karena sudah ada kabel utama yang digunakan sebagai penghubung antara setiap node. Tapi ada juga kerugian dari kabel ini salah satunya adalah jika kabel utama atau kabel backbone telah rusak atau putus mati. Maka topologi ini akan mempengaruhi node dalam jaringan. Tetapi biasanya mempengaruhi pada node yang sesudah kabel putus tersebut. Tetapi tetap dibagian kabel yang putus tetap terjadi loss data yang bisa merugikan pengguna.

Topologi ini masih ada yang menggunakan. Jika anda masih bingung untuk hubuungan dari node ke backbone. Jawabannya adalah dengan cara memasang konektor T BNC. Dengan konektor ini akan bisa menambah node sepanjang kabel. Tapi juga perlu diperhatikan dalam hal pemasangan node baru sebaiknya dilakukan dengan tidak berdekatan. Jika terlalu dekat selain tidak rapi maka jaringan akan berpengaruh terhadap kecepatan.

5. Topologi wireless
Baiklah yang terakhir ini agak berbeda dengan topologi topologi yang sebelumnya karena topologi ini adalah topologi wireless dan dalam topologi ini kita bisa bayangkan kemudahannya karena topologi digunakan tanpa menggunkan kabel. Jika pada topologi topologi yang sebelumnya menggunakan kabel tapi pada topologi ini tidak. Jadi topologi wireless adalah sebuah topologi dimana node yang terhubung dihubungkan tanpa menggunakan media kabel. Biasanya ini menggunakan sinyal wifi. Dan ini juga sudah cukup banyak digunakan.

Ini banyak sekali kelebihan dibanding dnegan topologi lainnya. Selain hemat waktu hemat tempat dan simple. Dan dalam hal kecepatan topologi ini tetap tidak kalah dengan topologi yang berkabel. Tapii yang jelas untuk topologi ini node node yang terhubung haruslah berdekatan satu sama lain. Supaya jaringan wifinya tetap tersambung. Karena mayoritas yang digunakan untuk menghubungkan jaringan yang berbentuk wireless adalah jaringan wifi.

Baiklah diatas sudah kita bahas tentang beberapa topologi-topologi yang ada dalam jaringan. Dan topologi diatas merupakan topologi yang sering digunakan oleh orang-orang untuk menghubungkan suatu jaringan. Dan dalam pemakaiannya topologi tersebut terpakai pasti karena memiliki kelebihan masing-masing.
Scroll To Top